Archive for the ‘Tokohpenulis’ Category
Chairil Anwar

(Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.)
Chairil AnwarChairil Anwar (Medan, 26 Juli 1922 — Jakarta, 28 April 1949) atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ‘45 dan puisi modern Indonesia.
Herta Muller (Penerima Nobel Sastera 2009)
Kekejaman komunis kejayaan Mueller
(Petikan utusan online, 18 Oktober 2009)
-KuSeman-

Herta Muller
Sasterawan selalunya dilahirkan oleh alam dan dimatangkan oleh pemikiran yang dikutip sepanjang perjalanan usia. Pahit getir, peperangan dan pembunuhan ternyata telah melahirkan sasterawan yang berusaha membeli kembali kemanusiaan yang tergadai dek peperangan.
Banyak sasterawan besar dunia melalui relung hidup yang bukan saja penuh liku malah ada yang hampir menempah maut. Semua ini menjadi sebuah institusi yang mematangkan sasterawan dan karya yang dihasilkan. Orang boleh memenjarakan sasterawan atau seniman tetapi terbukti tidak mampu memenjarakan pengaruh dan seruan kemanusiaan.
Zaen Kasturi dalam Dua Dimensi


.
Oleh Hazwan Arif Haqimi
http://darmaseni.blogspot.com.
.
Entah mengapa saya sangat bernafsu apabila menatap foto di atas, yang diambil semasa Majlis Penyampaian Hadiah Sastera Kumpulan Utusan-Exxon Mobil 2007. Bernafsu untuk berkarya dengan lebih gigih. Bagaimana tidaknya? Penerima hadiah di atas bukan sahaja menang berganda melalui karya-karya beliau, beliau juga merupakan penulis yang banyak mempengaruhi penulisan puisi-puisi saya. Seorang inspirasi. Penulis yang saya maksudkan tentulah Zaen Kasturi.
WS Rendra: Pulangnya Merak Jogja

Di Nusantara dia diberi gelaran manis, “Burung Merak Jogja”. Terbangnya ke serata dunia dengan sayap sastera, tidak lekang semangat Indonesia dan sangat tebal pula protes terhadap arus perdana. Biarpun usia melewati tujuh dekad, dia masih ampuh berpuisi lantang di pentas teater.
Pramoedya Ananta Toer

(Dari wikipedia Indonesia)
Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.